PALANGKA RAYA – Guna memperkuat pemahaman tenaga pendidik dalam melayani keberagaman peserta didik, SMAN 7 Palangka Raya berkolaborasi dengan SMAN 9 Palangka Raya menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) pada Sabtu (14/02/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya (UPR) ini mengangkat tema krusial, yakni "Implementasi Pendidikan Inklusif di Satuan Pendidikan".
Acara ini menghadirkan pakar pendidikan, Dr. Rusnanie, M.Pd., sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar menempatkan siswa berkebutuhan khusus di sekolah reguler, melainkan tentang bagaimana sekolah mampu menyesuaikan kurikulum dan lingkungan belajar agar semua anak dapat berkembang optimal sesuai potensinya.
"Sekolah harus menjadi tempat yang ramah bagi semua anak tanpa terkecuali. Melalui IHT ini, kita berharap para guru memiliki strategi konkret dalam memberikan layanan pendidikan yang adil dan bermutu," ujar Dr. Rusnanie di hadapan para peserta.
Kolaborasi antara SMAN 7 dan SMAN 9 ini diharapkan dapat mempererat sinergi antar-sekolah menengah atas di Kota Palangka Raya, khususnya dalam menciptakan ekosistem sekolah yang inklusif, toleran, dan berpihak pada murid.
Kegiatan berjalan antusias dengan sesi diskusi interaktif, di mana para guru saling berbagi pengalaman mengenai tantangan dan solusi dalam mendampingi siswa di kelas yang heterogen.
#telatpostmomentini14022026